Kontak kami:

061(8213533)

logo

Sidang Nur Alam, Dirjen Minerba ESDM Ditanya soal Izin Pertambangan

“Ketika ada sesuatu yang dibolehkan untuk diberlakukan surut, apakah surat keputusan dari ESDM bahwa penciutan wilayah kontrak karya itu disetujui apakah dalam rentang waktu itu pemprov yang mempunyai wilayah itu bisa mengeluarkan izin?” tanya jaksa KPK pada Bambang dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017).
“Sampai legal formal keluar tidak boleh dikeluarkan izin dalam bentuk apapun,” jawab Bambang.

Yang dimaksud berlaku surut adalah surat keputusan soal permohonan penciutan wilayah pertambangan. Permohonan yang berlaku surut itu diakibatkan proses pengecekan lapangan oleh tim ESDM yang membutuhkan waktu cukup lama.

Terkait dengan kasus Nur Alam, jaksa menanyakan apakah saat pengecekan teknis oleh ESDM menemukan hal yang tidak sesuai dengan aturan. Bambang mengaku tidak tahu soal kondisi di lapangan saat itu.

“Apakah pada saat pengecekan teknis setelah diterimanya surat permohonan pada 10 Desember 2009 ada diketahui bahwa wilayah yang diciutkan tersebut ada diambil untuk pencadangan wilayah bahkan IUP eksplorasi suatu perusahaan tertentu, AHB (Anugerah Harisma Barakah) di sini?” tanya jaksa.

“Saya tidak tahu. Tidak ada informasi itu,” ujarnya.

“Waktu pengecekan mereka hanya mengecek lapangan apakah ada areal terganggu apa tidak,” sambung Bambang.

Bambang juga menjelaskan pemerintah provinsi harus patuh terhadap Kepmen ESDM nomor 1603. Ia menyebut jika ada sudah ada izin pertambangan yang berada di satu wilayah, maka izin baru harus ditolak.

“Di pasal 10 ayat 2 kalau nggak salah diatur juga apabila di situ sudah terdapat pengusahaan pertambangan apakah itu dalam kontrak karya, ataupun IUP sendiri dan kebetulan itu jenisnya mineral dan batu bara itu tidak bisa di lakukan. Artinya kalau sudah ada izin yang terdahulu itu harusnya ditolak,” jelas Bambang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *