Kontak kami:

061(8213533)

logo

Tak Punya Izin, Dinas ESDM Sumut Hentikan 4 Titik Galian Ilegal di Langkat (11/03/2020)

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara melakukan penertiban aktivitas galian tidak memiliki izin di Kecamatan Serapit dan Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), petugas menertibkan empat titik lokasi penggalian yang tidak memiliki izin tersebut.

Kepala Dinas ESDM, Zubaidi mengatakan, penertiban ini dilakukan pada 10 Maret kemarin.

Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara bersama Satpol-PP melakukan penertiban galian ilegal di Kecamatan Serapit dan Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.

Ada empat lokasi yang marak aktivitas penggalian disetop paksa.

“Bersama dengan Satpol PP pada hari selasa tanggal 10 Maret 2020 telah melakukan penertiban penggalian tanpa izin di Kecamatan serapit dan Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. Tim menertibkan di 4 lokasi penggalian dan menyetop penggalian dan membuat Berita Acara penyetopan,” kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Rabu (11/3/2020).

Adapun keempat titik yang dihentikan paksa oleh dinas tersebut, yaitu Desa Suka Pulung, Kecamatan Serapit, atas nama Barus, batang bukti yang diamankan bahan tambang. Kemudian, Desa Simpang Mancang, Kecamatab Selesai, Pengusaha atas namaNasir, , bahan tambang tanah urug.

Lalu, lokasi tiga dan empat berdekatan dengan pengusaha yang sama yaitu, Ibu Wana, di Desa Mancang, Kecamatan Selesai, bahan tambang sirtu.

“Sebelumnya, masyarakat sekitar sudah ada yaang melaporkan terkait tambang ini.

Atas laporan warga, tim langsung turun untuk meninjau lokasi dan menemukan tambang-tambang yang tidak memiliki surat-surat lengkap terkait dengan izin,” katanya.

Dengan adanya galian ilegal, Zubaidi mengatakan, ini sudah merugikan negara karena terdata, lalu pajaknya juga tidak masuk ke daerah. Bukan hanya itu saja, galian ini juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur pendukung seperti jalan.

Sebab, material-material hasil galian itu akan diangkut dengan truk besar, sehingga jalan jadi berlubang hingga rusak parah.

“Akibat dari adanya penambangan tanpa izin adalah kerugian dari pendapatan Daerah karena Pajak nya tidak disetor, keadaan lokasi setempat terjadi lobang2 bekas galian dan kerusakan jalan,” jelasnya.

Kemudian, Zubaidi tidak menjelaskan secara detail mengenai sanksi yang akan diberlakukan kepada perusahaan galian ilegal tersebut.

Akan tetapi, pihaknya sudah menyegel tempat dan seluruh aktivitas dihentikan sampai perusahaan tersebut mengurus segala bentuk izin yang diberlakukan oleh pemerintah.

Sumber :https://medan.tribunnews.com/2020/03/11/tak-punya-izin-dinas-esdm-sumut-hentikan-4-titik-galian-ilegal-di-langkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *